Laporan Keuangan Interim 9M26
Astra International melaporkan laba bersih turun 11,73% menjadi Rp 21,6 triliun pada kuartal ketiga 2026. Pendapatan perusahaan tercatat naik tipis sebesar 0,11% menjadi Rp 243,87 triliun.
Astra International Tbk. 8 pengumuman, terbaru 28 Oktober 2026.
Astra International melaporkan laba bersih turun 11,73% menjadi Rp 21,6 triliun pada kuartal ketiga 2026. Pendapatan perusahaan tercatat naik tipis sebesar 0,11% menjadi Rp 243,87 triliun.
Astra International melaporkan pembagian dividen interim sebesar Rp98 per saham dengan total nilai Rp3,9 triliun. Investor akan menerima pembayaran pada 30 Oktober 2026 dengan batas cum date 12 Oktober 2026.
Astra International melaporkan rencana belanja modal sebesar Rp 35,6 triliun untuk tahun 2026 dengan target rasio dividen 45–50%. Perusahaan juga mengajukan penawaran tender sukarela saham AUTO senilai Rp 858 miliar.
Astra International melaporkan pendapatan bersih Rp157.913 miliar dan laba bersih Rp12.533 miliar per 30 Juni 2026. Perusahaan juga menyiapkan program pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp8 triliun.
Astra International melaporkan pengajuan penawaran tender sukarela untuk pembelian efek perusahaan lain per 31 Agustus 2026. Langkah ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan proses akuisisi atau investasi strategis selanjutnya.
Astra International melaporkan pengambilalihan kendali atas Mega Manunggal Property dengan total kepemilikan sebesar 91,43%. Transaksi ini mencakup akuisisi saham oleh Saka Industrial Arjaya dan penawaran tender wajib yang mengubah struktur pemegang saham pengendali.
Astra International melaporkan hasil RUPSLB yang menyetujui pembelian kembali saham senilai maksimal Rp8 triliun. Rapat juga menyetujui pengalihan 100 juta saham treasuri untuk program insentif manajemen.
Astra International melaporkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026 untuk meminta persetujuan atas aksi pembelian kembali saham serta pengalihan saham treasuri bagi program kepemilikan saham manajemen. Langkah ini mencerminkan kebijakan manajemen modal perusahaan yang bertujuan untuk mengelola struktur permodalan secara lebih efisien dan memberikan kompensasi berbasis ekuitas kepada jajaran manajemen.