Laporan Keuangan Bukaka Teknik Utama 9M26
Bukaka Teknik Utama melaporkan laba bersih turun 40,64% menjadi Rp367,69 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Pendapatan perusahaan justru naik 87,84% menjadi Rp3,47 triliun di periode yang sama.
Bukaka Teknik Utama Tbk. 5 pengumuman, terbaru 30 Oktober 2026.
Bukaka Teknik Utama melaporkan laba bersih turun 40,64% menjadi Rp367,69 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Pendapatan perusahaan justru naik 87,84% menjadi Rp3,47 triliun di periode yang sama.
Bukaka Teknik Utama melaporkan entitas anak terkendalinya telah resmi mendirikan perusahaan baru. Transaksi pendirian perusahaan tersebut berlangsung pada tanggal 15 Oktober 2026.
Bukaka Teknik Utama melaporkan target pendapatan sebesar Rp4,1 triliun dengan proyeksi laba bersih mencapai Rp265 miliar pada tahun 2026. Pertumbuhan ini akan didorong oleh partisipasi dalam proyek transmisi PLN senilai Rp60 triliun serta ekspansi internasional melalui perolehan kontrak di Oman sebesar 15 juta Dolar AS. Langkah strategis ini memperkuat posisi perusahaan dalam mengamankan portofolio proyek infrastruktur berskala besar baik di pasar domestik maupun mancanegara.
Bukaka Teknik Utama melaporkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih tahun 2025 sebesar Rp310,99 miliar sebagai modal kerja, pengembangan usaha, dan dana cadangan tanpa pembagian dividen. Perusahaan menetapkan Rp294,95 miliar untuk kebutuhan operasional serta Rp16,04 miliar sebagai dana cadangan, sembari menyetujui pengangkatan kembali jajaran direksi dan komisaris hingga tahun 2031. Langkah ini menunjukkan strategi retensi laba untuk memperkuat posisi permodalan perusahaan guna mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Bukaka Teknik Utama melaporkan penurunan persentase saham beredar (free float) menjadi 6,17% per 31 Mei 2026, menyusul perubahan aturan mengenai definisi afiliasi dalam Peraturan Bursa I-A. Perusahaan menetapkan target jangka pendek untuk meningkatkan porsi free float menjadi 7,5% dengan proyeksi pemenuhan syarat minimal 15% pada tahun 2029. Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menyesuaikan struktur kepemilikan saham agar selaras dengan ketentuan regulasi bursa yang berlaku.