Laporan Keuangan Erajaya Swasembada 9M26
Erajaya Swasembada Tbk. melaporkan laba bersih tumbuh 38,46% menjadi Rp 1,09 triliun. Pendapatan perusahaan juga tercatat naik 22,17% mencapai Rp 63,97 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2026.
Erajaya Swasembada Tbk. 8 pengumuman, terbaru 28 Oktober 2026.
Erajaya Swasembada Tbk. melaporkan laba bersih tumbuh 38,46% menjadi Rp 1,09 triliun. Pendapatan perusahaan juga tercatat naik 22,17% mencapai Rp 63,97 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2026.
Erajaya Swasembada Tbk. melaporkan bahwa kenaikan harga saham sebesar 20,45% menjadi Rp595 per lembar tidak dipicu oleh informasi material yang belum diungkapkan. Perseroan saat ini menjalankan rencana pembelian kembali saham dengan alokasi anggaran maksimal sebesar Rp500 miliar.
Erajaya Swasembada melaporkan rencana pembelian kembali saham dengan anggaran maksimal Rp500 miliar. Aksi korporasi ini mencakup maksimal 797,5 juta saham atau 5% dari modal disetor yang akan dilaksanakan mulai 4 September hingga 4 Desember 2026.
Erajaya Swasembada melaporkan penambahan 44 juta lembar saham ke dalam saham treasuri selama Juli 2026. Aksi ini meningkatkan total saham treasuri menjadi 431,44 juta lembar dan mengurangi porsi saham publik menjadi 41,77%.
Erajaya Swasembada melaporkan laba bersih sebesar Rp872,11 miliar dengan pendapatan mencapai Rp42,89 triliun hingga Juni 2026. Perusahaan telah melunasi seluruh utang obligasinya per tanggal 30 Juni 2026.
Erajaya Swasembada melaporkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp25 per saham dengan total nilai mencapai Rp389,61 miliar. Keputusan ini didasarkan pada perolehan laba bersih sebesar Rp1,19 triliun, mencerminkan kebijakan distribusi rutin perusahaan kepada pemegang saham di tengah posisi ekuitas sebesar Rp10,17 triliun. Langkah ini mengindikasikan kelanjutan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui alokasi laba yang stabil.
Erajaya Swasembada melaporkan laba bersih sebesar Rp453 miliar pada kuartal pertama 2026, yang mencerminkan pertumbuhan 122,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba didorong oleh peningkatan pendapatan sebesar 41,1% menjadi Rp22,41 triliun serta ekspansi jaringan yang mencapai 2.404 gerai melalui penambahan 71 lokasi baru. Hasil ini menunjukkan efektivitas strategi penetrasi pasar perseroan dalam mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis ritel.
Erajaya Swasembada melaporkan perpanjangan serta penambahan fasilitas kredit dari Bank Central Asia dengan nilai tambahan sebesar Rp300 miliar untuk kebutuhan modal kerja. Selain penambahan plafon Time Loan 2 menjadi Rp1,55 triliun, perseroan memperpanjang tenor seluruh fasilitas hingga 13 Mei 2027 dengan tingkat bunga 6,75% per tahun. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat posisi likuiditas operasional perusahaan tanpa mengubah struktur permodalan maupun kendali perseroan.