Rencana PMHMETD II Leyand International untuk Akuisisi
Leyand International melaporkan rencana PMHMETD II dengan rasio 2:1 pada harga pelaksanaan Rp 30 per saham. Aksi ini bertujuan untuk mengambil alih 87,5% saham Bersaudara Sinergi Sejahtera.
Leyand International Tbk. 8 pengumuman, terbaru 5 November 2026.
Leyand International melaporkan rencana PMHMETD II dengan rasio 2:1 pada harga pelaksanaan Rp 30 per saham. Aksi ini bertujuan untuk mengambil alih 87,5% saham Bersaudara Sinergi Sejahtera.
Leyand International melaporkan rugi bersih membengkak 1.055,81% menjadi Rp 14,11 miliar pada kuartal ketiga 2026. Pendapatan perusahaan anjlok 99,04% menjadi Rp 2,04 miliar dibandingkan periode sebelumnya.
Leyand International melaporkan kinerja keuangan hingga Juni 2026 serta rencana PMHMETD II dengan nilai maksimal Rp 60 miliar. Rencana penambahan modal ini bertujuan memperkuat posisi keuangan perusahaan bagi para pemegang saham.
Leyand International melaporkan rencana PMHMETD II senilai Rp100 miliar serta akuisisi 99,99% saham Bersaudara Sinergi Sejahtera senilai Rp59,43 miliar. Perseroan menjadwalkan RUPSLB untuk membahas aksi korporasi tersebut pada 20 Oktober 2026.
Leyand International melaporkan rencana RUPSLB pada 20 Oktober 2026 dengan agenda penerbitan 2 miliar saham baru melalui PMHMETD II. Perusahaan juga mengusulkan JSI Sinergi Mas sebagai pengendali baru sekaligus memproses pengunduran diri direktur Bambang Rahardja Burhan.
Leyand International melaporkan pelaksanaan RUPSLB pada 20 Oktober 2026 untuk membahas rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Pemanggilan rapat akan dilakukan pada 28 September 2026 bagi pemegang saham yang terdaftar per 25 September 2026.
Leyand International melaporkan telah mengirimkan surat jawaban resmi kepada bursa terkait permintaan klarifikasi dari Direktur Utama. Dokumen tersebut telah disampaikan sebagai lampiran untuk memenuhi kewajiban keterbukaan informasi perusahaan.
Leyand International melaporkan rencana divestasi PT Rusindo Eka Raya bersamaan dengan akuisisi perusahaan baru di sektor jasa penunjang pertambangan. Aksi ini mengubah sumber pendapatan perusahaan karena seluruh pendapatan per 31 Maret 2026 saat ini masih berasal dari Rusindo Eka Raya.