Rencana Pemecahan Nilai Nominal Saham Paragon Karya Perkasa
Paragon Karya Perkasa melaporkan rencana pemecahan nilai nominal saham dari Rp 200 menjadi Rp 20 per saham. Aksi korporasi ini dijadwalkan untuk dibahas dalam RUPSLB pada 11 Desember 2026.
Paragon Karya Perkasa Tbk. 7 pengumuman, terbaru 4 November 2026.
Paragon Karya Perkasa melaporkan rencana pemecahan nilai nominal saham dari Rp 200 menjadi Rp 20 per saham. Aksi korporasi ini dijadwalkan untuk dibahas dalam RUPSLB pada 11 Desember 2026.
Paragon Karya Perkasa melaporkan rencana akuisisi 720.374 saham PT Deli Pratama Angkutan Laut. Transaksi material ini ditargetkan selesai paling lambat pada 31 Desember 2026.
Paragon Karya Perkasa melaporkan laba bersih melonjak 1.231,3% menjadi Rp 114,89 miliar pada periode sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan perusahaan sebesar 27,46% menjadi Rp 1,46 triliun.
Paragon Karya Perkasa melaporkan perubahan pengendali setelah dua entitas baru menguasai 75% saham perusahaan per 31 Juli 2026. Resources Global Development Limited memegang 51% saham sementara Deli Pratama Nusantara memiliki 24% saham setelah pengalihan dari Deli Putra Bangsa.
Paragon Karya Perkasa melaporkan akuisisi 49% saham Deli Pratama Angkutan Laut senilai Rp890 miliar. Transaksi yang disetujui dalam RUPSLB ini menjadikan perusahaan sebagai pemegang saham pengendali baru.
Paragon Karya Perkasa melaporkan persetujuan peningkatan modal dasar menjadi Rp960 miliar yang terdiri dari 4,8 miliar saham dengan nilai nominal Rp200 per lembar. Langkah korporasi ini ditujukan untuk mendanai akuisisi perusahaan logistik DPAL yang saat ini mengoperasikan 37 set kapal tongkang dan tugboat guna mendukung distribusi produksi batubara sebesar 1,1 juta ton. Aksi korporasi ini merefleksikan fokus perseroan dalam memperkuat kapabilitas logistik internal untuk mengoptimalkan operasional pengiriman ekspor ke pasar Tiongkok.
Paragon Karya Perkasa melaporkan rencana akuisisi 49% saham Deli Pratama Angkutan Laut dari pihak afiliasi dengan nilai transaksi sebesar Rp890 miliar. Transaksi material yang setara dengan 285,51% dari total ekuitas ini akan memberikan kendali operasional atas 67 unit kapal serta mendiversifikasi bisnis inti perseroan ke sektor transportasi laut. Langkah strategis ini menanti persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang dijadwalkan pada 30 Juni 2026.