Laporan Keuangan Interim 9M26
PP Presisi melaporkan rugi bersih Rp 161,61 miliar, berbalik dari laba Rp 104,98 miliar pada periode sebelumnya. Pendapatan perusahaan tercatat meningkat 20,1% menjadi Rp 3,33 triliun.
PP Presisi Tbk. 4 pengumuman, terbaru 20 Oktober 2026.
PP Presisi melaporkan rugi bersih Rp 161,61 miliar, berbalik dari laba Rp 104,98 miliar pada periode sebelumnya. Pendapatan perusahaan tercatat meningkat 20,1% menjadi Rp 3,33 triliun.
PP Presisi Tbk. melaporkan pendapatan naik 35% menjadi Rp2,2 triliun dengan rugi bersih menyusut drastis ke angka Rp88,6 miliar. Perusahaan juga mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp1,5 triliun yang sebagian besar berasal dari sektor pertambangan dan konstruksi.
PP Presisi melaporkan rugi bersih Rp162,79 miliar pada semester I 2026, berbalik dari laba Rp4,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan usaha tercatat tumbuh 35,2% menjadi Rp2,23 triliun, namun tertekan oleh lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 50,3%.
PP Presisi melaporkan pelepasan seluruh saham pada anak usaha Lancarjaya Mandiri Abadi senilai Rp1,6 triliun, seiring dengan perolehan pendapatan tahun 2025 sebesar Rp3,9 triliun atau tumbuh 4% secara tahunan. Selain itu, perseroan melakukan restrukturisasi susunan direksi dan dewan komisaris sebagai langkah strategis. Divestasi aset material ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan serta menurunkan beban utang perusahaan.