Master Print melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 154,57% menjadi Rp4,25 miliar pada kuartal pertama 2026, meskipun pendapatan usaha mencatatkan penurunan sebesar 19,40%. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pendapatan keuangan dari penjualan persediaan yang dicadangkan, di tengah sorotan bursa terhadap transaksi afiliasi berupa uang muka dan piutang material. Kondisi ini mencerminkan tantangan pada kualitas laba perusahaan serta perlunya pengawasan lebih lanjut terhadap tata kelola transaksi dengan pihak berelasi.
Ringkasan dibuat AI dari dokumen IDX. Cek dokumen asli sebelum memutuskan. Disclaimer on.