Laporan Keuangan Kuartal III Rukun Raharja
Rukun Raharja melaporkan laba bersih meningkat 75,06% menjadi US$ 31,08 juta pada sembilan bulan pertama tahun 2026. Pertumbuhan laba ini didukung oleh pendapatan yang naik 3,98% menjadi US$ 203,86 juta.
Rukun Raharja Tbk. 7 pengumuman, terbaru 30 Oktober 2026.
Rukun Raharja melaporkan laba bersih meningkat 75,06% menjadi US$ 31,08 juta pada sembilan bulan pertama tahun 2026. Pertumbuhan laba ini didukung oleh pendapatan yang naik 3,98% menjadi US$ 203,86 juta.
Rukun Raharja melaporkan investasi proyek pipa BBM Balsam sebesar Rp 1,5 triliun dengan potensi EBITDA Rp 260 miliar per tahun. Perusahaan juga mengonfirmasi proyek kompresor gas Sengkang telah beroperasi secara komersial sejak Desember 2025.
Rukun Raharja melaporkan laba bersih semester pertama 2026 sebesar US$ 28,9 juta atau naik 88% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan laba ini didukung oleh capaian pendapatan perusahaan yang mencapai US$ 131,2 juta.
Rukun Raharja melaporkan peningkatan jumlah saham beredar dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar lembar. Aksi ini menghasilkan porsi saham publik sebesar 22,79 persen dari total saham baru yang beredar.
Rukun Raharja melaporkan rencana pelaksanaan pemecahan saham dengan rasio 1:5 yang akan meningkatkan jumlah saham beredar dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar lembar. Aksi korporasi ini melibatkan penyesuaian nilai nominal per saham dari Rp25 menjadi Rp5 dan dijadwalkan mulai berlaku pada 16 Juli 2026. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham tanpa mengubah struktur permodalan maupun porsi kepemilikan pemegang saham.
Rukun Raharja melaporkan rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp40 per saham dengan total nilai mencapai Rp168,49 miliar untuk tahun buku 2025. Perusahaan menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler pada 1 Juli 2026 dan recording date pada 3 Juli 2026. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui distribusi laba yang konsisten.
Rukun Raharja melaporkan rencana aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1 banding 5. Melalui langkah ini, jumlah saham beredar akan meningkat menjadi 21,14 miliar lembar dengan penurunan nilai nominal dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. Aksi ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham tanpa mengubah struktur permodalan perusahaan.