Primarindo Asia Infrastructure melaporkan opini auditor 'Tidak Memberikan Pendapat' atas laporan keuangan 2025 serta penurunan penjualan kuartal pertama 2026 sebesar 16% menjadi Rp14,34 miliar dengan kerugian komprehensif mencapai Rp5,96 miliar. Perseroan berencana melakukan divestasi aset berupa tanah dan bangunan untuk melunasi kewajiban keuangan sekaligus mengupayakan pemulihan operasional melalui dimulainya kembali pesanan ekspor pada 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas keraguan material terhadap kelangsungan usaha yang ditunjukkan oleh opini auditor.
Ringkasan dibuat AI dari dokumen IDX. Cek dokumen asli sebelum memutuskan. Disclaimer on.