Primarindo Asia Infrastructure melaporkan proyeksi penurunan penjualan untuk tahun 2026 yang dipicu oleh kenaikan biaya bahan baku sebesar 10% hingga 15% akibat pelemahan Rupiah serta ketatnya persaingan produk sepatu impor. Perusahaan saat ini berupaya memulihkan kinerja operasional melalui penerimaan kembali pesanan ekspor secara bertahap di tengah tantangan pasar yang ada. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah tekanan biaya produksi dan dinamika kompetisi.
Ringkasan dibuat AI dari dokumen IDX. Cek dokumen asli sebelum memutuskan. Disclaimer on.