Hasil Pelaksanaan Private Placement
Satu Visi Putra melaporkan penerbitan 120,72 juta saham baru melalui penambahan modal tanpa HMETD. Aksi korporasi ini dilaksanakan pada harga pelaksanaan Rp994 per saham.
Satu Visi Putra Tbk. 14 pengumuman, terbaru 30 Oktober 2026.
Satu Visi Putra melaporkan penerbitan 120,72 juta saham baru melalui penambahan modal tanpa HMETD. Aksi korporasi ini dilaksanakan pada harga pelaksanaan Rp994 per saham.
Satu Visi Putra melaporkan persetujuan akuisisi 72,91% saham Hasna Medika Bakti Cirebon serta rencana PMTHMETD maksimal 10% atau 307,5 juta saham. Aksi korporasi ini mencakup perluasan kegiatan usaha utama perusahaan ke sektor aktivitas perusahaan induk dan perpindahan alamat kantor pusat.
Satu Visi Putra berencana mengambil alih 72,91% saham Hasna Medika Bakti Cirebon dengan total nilai transaksi Rp319,45 miliar. Nilai transaksi ini setara dengan 178,3% dari ekuitas perusahaan dan membutuhkan persetujuan pemegang saham pada RUPSLB tanggal 30 September 2026.
Satu Visi Putra melaporkan tidak ada informasi material yang belum terungkap terkait volatilitas harga saham perseroan. Perusahaan berencana menggelar RUPS untuk meminta persetujuan aksi korporasi berupa PMTHMETD dan transaksi material.
Satu Visi Putra Tbk. menjadwalkan RUPSLB dan RUPS Independen pada 30 September 2026 untuk membahas rencana PMTHMETD maksimal 10% saham. Agenda rapat ini meliputi persetujuan akuisisi 72,91% saham Hasna Medika Bakti Cirebon menggunakan dana hasil penerbitan saham tersebut.
Satu Visi Putra melaporkan rencana penerbitan 307,5 juta saham baru melalui mekanisme private placement. Aksi korporasi ini berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga 10% dan menunggu persetujuan RUPS pada 30 September 2026.
Satu Visi Putra melaporkan rencana akuisisi 72,91% saham Hasna Medika Bakti Cirebon dengan nilai transaksi sebesar Rp286 miliar. Perseroan juga akan mengubah fokus kegiatan usaha utamanya menjadi perusahaan induk melalui RUPSLB pada 30 September 2026.
Satu Visi Putra menjual delapan aset properti senilai Rp75 miliar untuk melunasi seluruh utang bank sebesar Rp74,19 miliar. Transaksi ini menurunkan total liabilitas perusahaan sebesar 82,2% secara keseluruhan.
Satu Visi Putra melaporkan PT Harmoni Semesta Investama menjadi pengendali baru dengan kepemilikan 61,84% atau 1,9 miliar saham. Perubahan ini turut menetapkan Nagita Slavina sebagai pemilik manfaat baru menggantikan David Dwiputra yang kepemilikannya turun drastis.
Satu Visi Putra melaporkan perubahan pemegang saham pengendali kepada Harmoni Semesta, yang kini menguasai 61,84% saham perseroan dengan Nagita Slavina Mariana Tengker sebagai pemilik manfaat. Struktur kepemilikan baru ini juga melibatkan masuknya Atlas Raya Abadi dengan porsi 10,16% dan Trinugraha Thohir sebesar 8% menggantikan pemegang saham pengendali lama. Transaksi ini mengindikasikan adanya pergeseran kendali penuh yang akan memengaruhi arah strategis perusahaan ke depan.
Satu Visi Putra melaporkan rencana divestasi aset kepada Inti Megah Putra dengan nilai transaksi Rp75 miliar atau setara 41,22% dari total ekuitas. Transaksi ini mencakup pelunasan seluruh utang bank perusahaan yang sebelumnya mencapai Rp74,93 miliar serta penurunan liabilitas lancar menjadi Rp13,17 miliar. Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki struktur keuangan perusahaan yang tercermin melalui peningkatan rasio return on assets proforma dari 0,39% menjadi 3,51%.
Satu Visi Putra melaporkan perombakan susunan jajaran direksi dan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 10 Juni 2026. Perseroan memberhentikan Robert Putra Sampurna dari posisi Komisaris Utama dan Farrel Yonathan dari posisi Direktur, serta mengangkat Hendra Budianto sebagai Direktur baru dan Uriep Budhi Prasetyo sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen hingga 2028. Perubahan struktur ini menandai penyesuaian tata kelola perusahaan yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan strategis organisasi ke depan.
Satu Visi Putra melaporkan pengambilalihan mayoritas saham oleh Harmoni Semesta Investama.
Satu Visi Putra Tbk. melaporkan bahwa proses negosiasi pengambilalihan saham oleh Nagita Slavina saat ini masih terus berlangsung.