Rencana PMTHMETD Bank Ina Perdana
Bank Ina Perdana Tbk. melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD dengan menerbitkan sebanyak 350 juta saham baru. Aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama.
57 pengumuman private placement terbaru dari emiten BEI.
Bank Ina Perdana Tbk. melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD dengan menerbitkan sebanyak 350 juta saham baru. Aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama.
Bhuwanatala Indah Permai melaporkan penerbitan 502,87 juta saham baru hasil PMTHMETD. Penerbitan saham ini dilakukan pada harga pelaksanaan sebesar Rp200 per saham.
Indah Prakasa Sentosa Tbk. melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD (private placement) sebanyak-banyaknya 1,25 miliar saham baru. Harga pelaksanaan saham baru tersebut ditetapkan Rp100 per saham.
Merdeka Battery Materials melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD sebesar 10% dari modal disetor. Dana tersebut akan digunakan perusahaan untuk keperluan modal kerja dan pengembangan usaha.
Satu Visi Putra melaporkan penerbitan 120,72 juta saham baru melalui penambahan modal tanpa HMETD. Aksi korporasi ini dilaksanakan pada harga pelaksanaan Rp994 per saham.
Bhuwanatala Indah Permai melaporkan rencana penerbitan 502,87 juta saham baru melalui private placement dengan harga pelaksanaan Rp 200 per lembar. Aksi korporasi ini berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham saat ini karena penambahan jumlah saham beredar.
Bank Ina Perdana Tbk. melaporkan rencana pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Aksi ini bertujuan untuk menambah modal perusahaan melalui penerbitan saham baru bagi investor.
Apexindo Pratama Duta melaporkan penerbitan 218,09 juta saham baru melalui penambahan modal tanpa HMETD. Perusahaan menetapkan harga pelaksanaan saham tersebut sebesar Rp325 per lembar.
Merdeka Gold Resources melaporkan rencana penerbitan 1,47 miliar saham baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Saham tersebut akan diterbitkan dengan nilai nominal sebesar Rp 150 per lembar saham.
Waskita Beton Precast melaporkan penyesuaian plafon penambahan modal tanpa HMETD untuk konversi utang menjadi sebesar-besarnya Rp1,72 triliun. Rencana aksi ini akan dibahas lebih lanjut dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 23 Oktober 2026.
Visi Media Asia melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD untuk konversi utang PKPU sebesar Rp1,72 triliun dengan menerbitkan 43,09 miliar saham Seri C. Aksi ini akan menambah jumlah saham beredar menjadi 59,55 miliar saham setelah mendapatkan persetujuan RUPSLB pada 17 November 2026.
Apexindo Pratama Duta melaporkan rencana penerbitan 218,09 juta saham Seri B melalui konversi utang dengan harga pelaksanaan Rp325 per saham. Aksi ini bertujuan untuk memperbaiki posisi keuangan perusahaan melalui penyelesaian utang kepada HSBC Bank PLC dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited.
Mitra Komunikasi Nusantara melaporkan penerbitan 1,02 triliun saham baru melalui PMTHMETD dengan harga pelaksanaan Rp 1 per saham. Aksi ini meningkatkan modal disetor perusahaan secara signifikan menjadi Rp1,13 triliun.
Apexindo Pratama Duta melaporkan konversi utang senilai Rp70,88 miliar menjadi 218,09 juta saham baru. Aksi korporasi ini menyebabkan dilusi sebesar 5,79 persen bagi pemegang saham lama.
Waskita Beton Precast melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD guna melunasi utang perusahaan. Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki posisi keuangan dengan jadwal pengumuman RUPS pada 26 Agustus 2026.
Bhuwanatala Indah Permai melaporkan rencana penerbitan 502,87 juta saham baru melalui private placement dengan nilai nominal Rp100 per saham. Aksi korporasi ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham pemegang saham lama maksimal 9,09%.
Mitra Komunikasi Nusantara melaporkan rencana penerbitan 1,02 triliun saham baru melalui skema tanpa HMETD dengan harga pelaksanaan Rp1 per saham. Aksi ini akan menambah jumlah saham beredar menjadi 1,03 triliun saham setelah pencatatan pada 1 Oktober 2026.
Prima Globalindo Logistik melaporkan perubahan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dengan menerbitkan maksimal 77,12 juta saham baru. Aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama hingga maksimal 9,09%.
Prima Globalindo Logistik melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD sebanyak 77,12 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp200 per lembar. Aksi ini akan menambah jumlah saham beredar dari 771,18 juta menjadi 848,3 juta saham pada 23 Oktober 2026.
Mitra Komunikasi Nusantara Tbk menerbitkan 1,02 triliun saham baru melalui skema PMTHMETD dengan nilai nominal Rp1 per saham. Aksi korporasi ini akan disahkan melalui RUPSLB pada 14 September 2026 dan dijadwalkan tercatat di bursa pada 25 September 2026.
Hartadinata Abadi melaporkan rencana penerbitan 460,53 juta saham baru melalui private placement untuk kebutuhan modal kerja operasional. Aksi korporasi ini menunggu persetujuan RUPS Independen pada 16 Oktober 2026.
Mitra Komunikasi Nusantara melaporkan rencana penambahan modal melalui penerbitan 1,02 triliun saham Seri B dengan harga pelaksanaan Rp 1 per saham. Aksi ini bertujuan untuk konversi utang dan injeksi modal tunai dengan jadwal pencatatan pada 25 September 2026.
Habco Trans Maritima melaporkan penerbitan 640 juta saham baru melalui PMTHMETD dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham. Aksi korporasi ini menyerap seluruh saham baru oleh PT Multi Sarana Nasional dan meningkatkan jumlah total saham tercatat menjadi 9,32 miliar lembar.
Raharja Energi Cepu melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD sebanyak 271,51 juta saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Aksi korporasi ini dijadwalkan terlaksana pada 7 Mei 2027 dan menambah total saham beredar menjadi 2,99 miliar lembar.
Raharja Energi Cepu melaporkan rencana penerbitan 271,51 juta saham baru melalui PMTHMETD dengan estimasi perolehan dana Rp1,63 triliun. Aksi korporasi ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham saat ini maksimum sebesar 9,09%.
Habco Trans Maritima melaporkan penerbitan 640 juta saham baru melalui private placement dengan harga pelaksanaan Rp 500 per saham. Saham baru tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 September 2026.
Habco Trans Maritima melaporkan rencana penerbitan 640 juta saham baru melalui skema PMTHMETD dengan harga pelaksanaan Rp500 per lembar. Aksi ini ditujukan kepada PT Multi Sarana Nasional dan mengakibatkan potensi dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham lama sebesar 6,87%.
Mitra Komunikasi Nusantara melaporkan rencana penerbitan 1,02 triliun saham seri B dengan harga Rp1 per lembar. Aksi korporasi ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham saat ini sebesar 99,46%.
Waskita Beton Precast melaporkan rencana penambahan modal melalui konversi utang senilai Rp1,72 triliun dengan menerbitkan 33,83 miliar saham. Aksi korporasi ini menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp50,81 per saham dan akan dibahas dalam RUPSLB pada 2 Oktober 2026.
Satu Visi Putra melaporkan rencana penerbitan 307,5 juta saham baru melalui mekanisme private placement. Aksi korporasi ini berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham lama hingga 10% dan menunggu persetujuan RUPS pada 30 September 2026.
Mitra Komunikasi Nusantara melaporkan penerbitan 1,02 triliun saham baru dengan harga Rp1 per lembar untuk restrukturisasi utang sebesar Rp822,93 miliar. Transaksi ini mengakibatkan dilusi saham lama sebesar 99,46 persen dan perpindahan pengendalian perusahaan kepada HBEH.
Bhuwanatala Indah Permai melaporkan rencana penerbitan 502,87 juta saham baru melalui skema private placement. Aksi korporasi ini berpotensi mendilusi kepemilikan saham eksisting sebesar 9,09% setelah mendapat persetujuan RUPSLB.
Habco Trans Maritima melaporkan rencana penerbitan 868 juta saham baru melalui private placement atau 10% modal disetor. Rencana ini menunggu persetujuan RUPSLB pada 21 Agustus 2026 dan berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan saham hingga 9,09%.
Mitra Komunikasi Nusantara menerbitkan 1,02 triliun saham baru seharga Rp1 per saham untuk konversi utang senilai Rp822,93 miliar. Aksi ini menyebabkan potensi dilusi kepemilikan sebesar 99,46% dan menetapkan Headwell Bintang Energi Hijau sebagai pengendali baru.
Raharja Energi Cepu melaporkan rencana private placement sebanyak 271,51 juta saham baru dengan target dana Rp1,63 triliun. Aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan saham eksisting hingga 9,09%.
Bakrie Sumatera Plantations menerbitkan 14,5 miliar saham baru senilai Rp4,35 triliun untuk konversi utang kreditur. Aksi ini menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp300 per saham dan menyebabkan dilusi bagi pemegang saham lama.
Raharja Energi Cepu melaporkan rencana penerbitan maksimal 271,5 juta saham baru atau 10% dari modal disetor melalui mekanisme PMTHMETD. Aksi korporasi ini menyebabkan penurunan kepemilikan saham pengendali menjadi 62,43% dan mendilusi porsi saham masyarakat.
Bakrie Sumatera Plantations melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD untuk mengonversi utang senilai Rp4,35 triliun menjadi saham baru. Aksi ini menyebabkan dilusi bagi pemegang saham lama sebesar 85,30% namun tidak mengubah pihak pengendali perusahaan.
Geoprima Solusi melaporkan penerbitan 66,67 juta saham baru melalui private placement dengan total saham beredar kini mencapai 733,42 juta lembar. Aksi korporasi ini mengubah struktur permodalan perusahaan dan menyebabkan dilusi bagi pemegang saham lama.
Mitra Komunikasi Nusantara menerbitkan 1,02 triliun saham baru seharga Rp1 per lembar untuk konversi utang dan injeksi modal. Aksi ini menetapkan Headwell Bintang Energi Hijau sebagai pengendali baru dengan porsi saham 64,85% dan menyebabkan dilusi 99,46% bagi pemegang saham lama.
MNC Kapital Indonesia melaporkan rencana penerbitan hingga 29,83 miliar saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu dan penempatan privat. Aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan saham hingga 41,17% bagi pemegang saham eksisting dan saat ini menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 25 Juni 2026. Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan dalam penguatan struktur permodalan yang berdampak material terhadap komposisi ekuitas pemegang saham.
MNC Tourism melaporkan penerbitan 7,46 miliar saham baru melalui skema private placement dengan harga pelaksanaan sebesar Rp100 per saham. Aksi korporasi ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp745,53 miliar yang ditujukan untuk menambah modal kerja perusahaan. Langkah ini memberikan dampak bagi struktur permodalan perusahaan dan berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham eksisting.
SLJ Global melaporkan rencana penerbitan 468,94 juta saham baru pada harga Rp150 per lembar untuk mengonversi utang sebesar Rp70,34 miliar. Aksi korporasi ini bertujuan memperbaiki struktur permodalan perusahaan dan mengakibatkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham eksisting sebesar 7,42 persen. Persetujuan atas rencana tersebut dijadwalkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 26 Juni 2026.
Mutuagung Lestari melaporkan rencana penerbitan sebanyak 314,3 juta saham baru melalui skema private placement yang setara dengan 10% dari modal disetor perusahaan. Aksi korporasi yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 18 Desember 2025 ini akan mengakibatkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham eksisting sebesar 9,09%. Langkah strategis ini ditujukan untuk mendatangkan investor baru guna memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Merdeka Copper Gold melaporkan rencana penerbitan sebanyak 2,45 miliar saham baru atau setara dengan 10% dari modal disetor melalui mekanisme penempatan pribadi. Langkah ini akan mengakibatkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham eksisting sebesar 9,091%, dengan dana perolehan dialokasikan untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Aksi korporasi tersebut dijadwalkan untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 23 Juni 2026.
Geoprima Solusi melaporkan rencana akuisisi aset dari afiliasi senilai Rp78,5 miliar yang didanai melalui penerbitan 66.674.000 saham baru serta fasilitas pinjaman bank sebesar Rp50 miliar. Aset tersebut selanjutnya akan disewakan kembali kepada penjual dengan nilai pendapatan sewa mencapai Rp9,3 miliar per tahun. Transaksi ini menandai perubahan material dalam struktur permodalan dan strategi kegiatan usaha perseroan.
Equity Development Investment melaporkan penerbitan 1,23 miliar saham baru melalui penempatan privat dengan harga pelaksanaan Rp106 per saham untuk menggalang dana sebesar Rp130 miliar. Aksi korporasi yang dijadwalkan pada 25 Juni 2026 ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan sebesar 7,93% bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi. Penambahan modal ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan guna mendukung kebutuhan pendanaan operasional.
Surya Semesta Internusa melaporkan rencana penerbitan saham baru maksimal sebanyak 235,26 juta lembar atau 5% dari modal ditempatkan dan disetor untuk program insentif karyawan. Aksi korporasi ini diperkirakan akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham eksisting sebesar 4,77% dan memerlukan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur modal serta mendukung pertumbuhan usaha perusahaan ke depan.
Energi Mega Persada melaporkan pelaksanaan private placement melalui penerbitan 218,31 juta saham baru dengan harga Rp1.550 per saham, yang menghasilkan perolehan dana sebesar Rp338,39 miliar. Seluruh saham baru diserap oleh pemegang saham pengendali, Bakrie Kalila Investment, guna memperkuat struktur permodalan anak usaha. Aksi korporasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas finansial perusahaan dalam mendukung kegiatan operasional berkelanjutan.
Wira Global Solusi melaporkan rencana penerbitan sebanyak 208,5 juta saham baru atau setara dengan 10% dari modal disetor melalui mekanisme penempatan pribadi (private placement). Dana dari aksi korporasi ini seluruhnya akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja perseroan, dengan potensi dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama mencapai 9,09%. Rencana ini masih memerlukan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026.
Pantai Indah Kapuk Dua melaporkan penerbitan 72,48 juta saham baru melalui skema private placement dengan harga pelaksanaan sebesar Rp6.875 per lembar. Aksi korporasi ini menargetkan perolehan dana sebesar Rp498,28 miliar yang akan diserap oleh dua investor non-afiliasi pada 23 Juni 2026. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat struktur modal perseroan dengan tingkat dilusi yang minimal bagi pemegang saham saat ini.
Waskita Beton Precast melaporkan rencana penerbitan 178,69 juta saham baru melalui penempatan privat tahap VI dengan harga konversi Rp50,81 per lembar. Aksi korporasi ini dilaksanakan untuk memenuhi kewajiban konversi utang kepada kreditur sesuai perjanjian perdamaian dan akan meningkatkan jumlah saham beredar menjadi 56,96 miliar lembar. Langkah ini merupakan bagian dari proses restrukturisasi utang berkelanjutan yang mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham eksisting.
MNC Tourism melaporkan rencana penerbitan 7,46 miliar saham baru melalui mekanisme private placement.
Equity Development Investment melaporkan rencana penambahan modal melalui private placement senilai Rp150 miliar kepada pemegang saham pengendali.
Sarana Meditama Metropolitan T melaporkan rencana pelaksanaan RUPSLB untuk menyetujui private placement sebesar 9,6% dan program MESOP sebesar 0,2% dari modal disetor.
Sarana Meditama Metropolitan T melaporkan rencana penerbitan 1,65 miliar saham baru melalui skema private placement.
WGSH (PT Wira Global Solusi Tbk) melaporkan rencana penambahan modal tanpa HMETD melalui mekanisme penempatan terbatas.