Duta Pertiwi Nusantara melaporkan penghentian kegiatan produksi secara permanen sejak Februari 2025 menyusul penurunan pendapatan bersih sebesar 83,77% menjadi Rp12,90 miliar. Laba bersih yang diatribusikan turut tertekan hingga 95,84% menjadi Rp595,19 juta, mendorong perusahaan untuk melakukan diversifikasi strategi dengan beralih ke sektor jasa penyewaan gudang dan penyimpanan bahan cair. Langkah ini menandai perubahan model bisnis perusahaan sebagai respons atas penurunan kinerja operasional utama.
Ringkasan dibuat AI dari dokumen IDX. Cek dokumen asli sebelum memutuskan. Disclaimer on.