Pencatatan Tambahan Saham Hasil HMETD
Fortune Indonesia melaporkan pencatatan 230,3 juta saham baru hasil pelaksanaan HMETD per 13 Oktober 2026. Penambahan ini membuat total saham beredar perusahaan mencapai 170,08 miliar lembar.
Fortune Indonesia Tbk. 14 pengumuman, terbaru 13 Oktober 2026.
Fortune Indonesia melaporkan pencatatan 230,3 juta saham baru hasil pelaksanaan HMETD per 13 Oktober 2026. Penambahan ini membuat total saham beredar perusahaan mencapai 170,08 miliar lembar.
Fortune Indonesia melaporkan pencatatan 966,73 juta saham baru hasil pelaksanaan HMETD pada 8 Oktober 2026. Penambahan tersebut membuat jumlah total saham perusahaan mencapai 169,84 miliar lembar.
Fortune Indonesia melaporkan rencana PMHMETD I sebanyak 215,1 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per lembar. Aksi korporasi ini menargetkan perolehan dana hingga Rp27,1 triliun dengan tanggal cum-right pada 21 September 2026.
Fortune Indonesia melaporkan penerbitan 215,1 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per lembar dan rasio 100:46.235. Aksi korporasi ini melibatkan inbreng dari IMR Asia Holding senilai Rp20,82 triliun untuk menyerap sebagian besar saham baru tersebut.
Fortune Indonesia melaporkan rencana PMHMETD I sebanyak 215,1 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham. Aksi korporasi ini menetapkan rasio 46.235 berbanding 100 dengan tanggal cum-right pada 21 September 2026.
Fortune Indonesia melaporkan rencana penambahan modal melalui HMETD dengan menerbitkan maksimal 215,1 miliar saham baru. Aksi ini melibatkan inbreng 49% saham PT Borneo Prima milik IMR AH sebagai setoran modal.
Fortune Indonesia menerbitkan 215,1 miliar saham baru melalui PMHMETD I dengan harga pelaksanaan Rp126 per lembar. Aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan dilusi maksimum sebesar 99,78% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.
Fortune melaporkan rencana PMHMETD dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham dan rasio 100 saham lama berhak atas 46.235 HMETD. Aksi korporasi ini bertujuan menerbitkan 215,1 miliar saham baru dengan target dana maksimal Rp27,1 triliun.
Fortune Indonesia melaporkan persetujuan RUPSLB untuk menjadi perusahaan holding serta rencana penambahan modal melalui rights issue senilai Rp21,56 triliun. Perseroan juga resmi mengakuisisi 49% saham Borneo Prima melalui skema inbreng untuk memperluas portofolio bisnis.
Fortune Indonesia melaporkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 22 Juli 2026 untuk mengagendakan penerbitan saham baru melalui rights issue hingga Rp21,56 triliun serta transaksi inbreng 49% saham Borneo Prima. Selain penambahan modal, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham terkait perubahan kegiatan usaha utama. Langkah ini menunjukkan upaya restrukturisasi fundamental terhadap struktur modal dan arah strategis bisnis perusahaan.
Fortune Indonesia melaporkan peningkatan liabilitas sebesar 69% yang didorong oleh penarikan fasilitas pinjaman modal kerja sebesar Rp3 miliar dari Bank Shinhan Indonesia. Meskipun mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,65 kali, perusahaan berkomitmen untuk menjalankan diversifikasi ke sektor pertambangan batu bara di samping tetap mengembangkan bisnis inti media dan periklanan.
Fortune Indonesia melaporkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 16 Juli 2026 untuk membahas penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Selain itu, agenda rapat mencakup permohonan persetujuan akuisisi 49% saham Borneo Prima melalui skema inbreng. Langkah korporasi ini bertujuan untuk melakukan ekspansi bisnis serta mengubah struktur modal perseroan secara material.
Fortune Indonesia melaporkan rencana transaksi material yang memerlukan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
Fortune Indonesia melaporkan rencana rights issue untuk mengakuisisi 49% saham PT Borneo Prima senilai Rp21,24 triliun melalui mekanisme inbreng.